Sunday, January 1, 2012

5 Penipu Kelas Kakap Dunia...

1.Frank William Abagnale Jr
Frank William Abagnale. Jr, kelahiran 27 April 1948, adalah seorang penipu handal yang beroperasi sejak tahun 1960 selama 5 tahun. Penipuan perdananya dimulai saat ia berusia 16 tahun dan ia menulis cek atas namanya sendiri dengan nominal yang lebih besar dari isi tabungannya. Ia juga berhasil mendapatkan lebih dari $ 50.000 USD dengan cara mencetak nomor rekeningnya di slip deposit yang kosong dan meletakkannya dalam tumpukan slip bank yang asli.

Karir penipuannya dilakoni sejak ia umur 16 tahun. Ia juga selama 2 tahun menyamar sebagai pilot Pan America agar dapat berpergian gratis keliling dunia dengan memanipulasi jadwal penerbangan. Tidak sampai disitu, Frank bahkan sempat menyamar sebagai dokter anak selama 11 bulan dengan nama Dr. Frank Conners di Rumah Sakit Gorgia. Ditambah lagi, ia sempat memalsukan ijazah Hukum dari Harvard University dan mendapat kerja di kantor pengacara di Louisiana.

Semua ilmu atas pekerjaannya dipelajari dari film dan video dokumenter Selama 5 tahun penipuannya, Frank hidup dengan 8 identitas palsu. Dan hasilnya ia berhasil menggondol lebih dari $ 2.500.000 USD di 26 negara. Kebanyakan hasil penipuannya digunakan untuk gaya hidup yang mewah/mahal.

Sampai akhirnya ia tertangkap oleh FBI selama buron hamper 6 tahun, kelihaianya dalam menghindar dari kejaran FBI membuat seluruh staff keamanan Amerika tercengang.

Sejak dibebaskan dari penjara pada tahun 1974, Frank telah membantu FBI menangkap beberapa pemalsu yang paling sulit ditangkap di dunia dan pemalsu cek, dan ia dianggap salah satu otoritas terkemuka di dunia pada penipuan bank dan pemalsuan dan frank juga mendesain sekuritas cek dihampir bank seluruh dunia, dan ia hidup sejahtera karena 500 cek setiap harinya di gunakan oleh perusahaan raksasa dunia dan ia dibayar puluhan juta dolar setiap tahunnya, yang pada akhirnya ia mendirikan “Abagnale & Associates, security consultants” dan kisah Frank W. Abagnale di tuangkan sebagai film kisah nyata yang berjudul “Catch Me If You Can”

2. Victor Lustig:  

Victor Lustig, kelahiran January 4, 1890, ia terlahir sebagai seorang penipu yang handal. Penipuan pertamanya melilbatkan mesin pencetak uang rusak seharga $ 30.000 USD.

Ditahun 1925, Lustig memulai penippuannya ketika membaca sebuah koran. Pada satu artikelnya, dibahas masalah yang dihadapi kota untuk memelihara Menara Eiffel. Idenya muncul seketika dan dengan segera ia menyamar sebagai petugas pemerintah dan mengundang 6 perusahaan besi untuk mendiskusikan masalah ini.

Lusting berkata pada para kepala perusahaan tersbut bahwa biaya pemeliharaan Menara Eiffel sangat besar dan tidak dapat biayai oleh pemerintah lagi. Jadi, Lustig menjual Menara Eiffel dan kabur dengan kereta dengan koper berisi uang. Sang pembeli yang tertipu kemudian melapor ke polisi. Tidak sampai disitu, Lustig bahkan berhasil meyakinkan Al capone untuk menginvestasikan $ 40.000 USD untuk bermain saham. Lustig kemudian membawa uang tersebut untung didepositokan. 2 Bulan kemudian ia mengembalikan uang ke Al Capone dengan alasan harga saham jatuh. Al Capone yang percaya dengan integritas Lustig bahkan tertipu dengan memberi Lustig $ 5000 USD lagi.

Tahun 1907 Lustig Lustig ditangkap di Amerika dan didakwa atas sejumlah kasus penipuan tapi ia sempat kabur juga hingga beberapa kali yang pada akhirnya ia tertangkap dan dikirim ke Alcatraz penjara teraman di dunia.

3.Christoper Rocancourt: 
Christopher Thierry Rocancourt kelahiran 16 Juli 1969, ia adalah seorang penupu yang motifnya menipu orang-orang kaya dengan menyamar sebagai anggota Rockefeller Prancis. Christopher berasal dari keluarga yang terpuruk. Ibu Christopher adalah seorang wanita tuna susila dan ayahnya adalah pemabuk. Ia dititipkan di panti asuhan saat berusia 5 tahun, namun melarikan diri dan hidup mandiri di Paris.

Penipuan pertamanya adalah dengan menjual properti yang bukan miliknya seharga $ 1.400.000 USD.Christopher sempat tinggal di Amerika, dan sewaktu ia disana, ia menggunakan sekitar 12 identitas samaran. Terkadang ia juga memanfaatkan nama ibunya yaitu “Sophia Loren” atau nama pamannya “Oscar de la Renta” dan bergaul dengan banyak selebritis. Christopher menikah dengan model Playboy bernama Pia Reyes dan menghasilkan anak bernama Zeus yang terinspirasi dari nama dewa.

Di Canada, Christopher menulis autobiografinya yang dimana didalamnya berisis nama orang-orang yang dia tipu. Pada bulan Maret 2002, ia di serahkan ke pemerintahan New York dan dinyatakan bersalah atas pencurian, penipuan, penyeludupan, dan penyuapan. Hasil kejahatannya diperkirakan lebih dari $ 40.000.000 USD.

4.Ferdinand Demara: 
Ferdinand Waldo Demara 21 Desember 1921 adalah salah satu penipu terbesar. Penyamarannya hebat, meliputi pendeta, ahli bedah bahkan kepala sipir yang sama sekali tidak mempunyai keahian dalam bidangnya
Ia bergabung dengan Militer Amerika tahun 1941 dan meminjam nama teman militernya Anthony Ignolia untuk mendappat cuti. Ia kemudian memalsukan kematiannya dan memakai nama lain lagi yaitu Robert Linton French dan menjadi psikolog. Akibat perbuatannya ini ia sempat dipenjara selama 18 bulan.

Kehebatan penyamarannya dibuktikan dengan karir yang bermacam-macam, diantaranya Insinyur bangunan sipil, kepala sherif, asisten kepala sipir, dokter psikologi, perawat rumah sakit, pengacara, pengasuh anak-anak, pendeta, editor, peneliti kanker dan guru tanpa sedikitpun ilmu tentang profesinya ini.
Penyamarannya yang paling terkenal adalah sebagai dokter bedah Joseph Cyr selama perang Korea. Dia bahkan sempat melakukan operasi dan berhasil. Penyamarannya terbongkar setelah ibu dari Dr. Joseph Cyr mengetahuinya dan melaporkannya.

Demara inspirasi dari film tahun 1960 berjudul “The Great Imposter” dan ia meninggal tahun 1982 sebagai pelayan Pendeta Baptis.

5.David Hampton: 
David Hampton 27 April 1964, ia adalah seorang artis penipu. Ia sebelumnya gagal masuk dalam Studio 54 yang kemudian ia berpura-pura menjadi anak dari Sidney Poitier yang membawanya masuk dalam dunia selebriti. Hampton betul-betul memanfaatkan identitas barunya sebagai “David Poiter”. Ia dapat makan gratis di restoran terkenal, meminjam uang dari orang-orang terkenal seperti Melanie Griffith, Gary Sinise dan Calvin Klein. Ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia adalah teman dari anak orang-orang tersebut yang ketinggalan pesawat dan seluruh barang-barangnya terbawa.

Pada tahun 1983 ia tertangkap dan dihukum harus membayar sekitar $ 4.490 USD kepada para korbannya. Ceritanya ini menginspirasi terciptanya film “Six Degrees of Separation”. David Hampton meninggal akibat AIDS di tahun 2003.


 Power by kaskus.us
 



Thursday, June 30, 2011

Jangan Ngaku Paling Modis kalo Belum Kaya Gini



Maksudnya apa coba?
Fashionable banget tuh cewe!
Ngerasa paling modis? nanti dulu...


sumber :
http://ruang-unikz.blogspot.com

Monday, June 27, 2011

Menikmati Pesona Wisata Alam Malino Lewat Outbound Training

Tak sekadar berekreasi, menikmati pesona wisata alam Malino juga dapat dinikmati melalui outbound training.

BAGI masyarakat Makassar dan sekitarnya, kawasan wisata Alam Malino memang telah lama menjadi salah satu destinasi favorit untuk berakhir pekan. Selain menghadirkan suasana sejuk dengan deretan hutan pinus yang menghijau, Malino juga memiliki sejumlah objek wisata alam yang eksotis, antara lain air terjun Takapala yang terletak di daerah Bulutana, air terjun Lembanna, serta permandian Lembah Biru.

Tetapi, tak hanya itu. Malino yang berjarak 90 km dari Makassar ini pun menjadi lokasi favorit untuk wisata outbound. Hampir tiap pekan, berbagai lembaga maupun instansi swasta memanfaatkan kawasan hutan lindung di Malino sebagai area outbound.

Seperti saat penulis bersama rombongan salah satu bank swasta di Makassar mengikuti outbound training, beberapa waktu lalu. Bekerja sama dengan Air Management, perusahaan yang bergerak di bidang consultan event dan pelatihan-pelatihan ini, para karyawan bank tersebut mengeksplore eksotisme alam Malino lewat serangkaian games menghibur.

Selama dua hari, sembari menikmati akhir pekan, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan outbound, antara lain permainan flying fox, transfer ban, susun donat, pulley show, deret hitung, paint ball dan pengenalan karakter. Di alam terbuka dengan deretan hutan pinus yang hijau, para peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan outbound training. [Adi Pallawalino]



Tuesday, May 17, 2011

Killiney Kopitiam; Hadirkan Sensasi Coffee Tariek Khas Singapura


DENGAN gerak tangan yang lincah, lelaki itu menyeduh campuran kopi, susu kental dan susu cair dari ceret bercorong panjang ke sebuah gelas. Tak hanya sekali, hal itu ia lakukan berulang-ulang hingga menghasilkan percampuran yang sempurna. Dengan gerak cepat, atraksi memindahkan campuran kopi dan susu dalam dua wadah yang berbeda ini, tampak seperti orang yang sedang menarik-narik tali.

Hasilnya, segelas kopi berwarna kecoklatan dengan buih lembut di permukaan minuman siap tersaji. Tergantung selera Anda, menyeduhnya dalam keadaan panas atau dingin.

“Itu sebabnya dinamakan kopi tarik (coffee tariek) karena memang proses menyeduhnya seperti orang yang sedang menarik tali. Proses memindah-mindahkan dengan dua wadah ini juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan busa yang lembut di permukaan minuman,” jelas Achmad Soleh, Manager Killiney Kopitiam Trans Studio Mall Makassar, beberapa waktu lalu.

Di samping kopi tarik, kata Achmad, juga tersedia teh tarik dan milo tarik dengan proses penyeduhan yang sama. Menariknya, kopi dan teh tarik ini diberi nama yang unik sesuai dengan bahan membuatnya. Coffee C, untuk kopi yang hanya memakai tambahan gula dan susu, Coffee CO yang hanya memakai susu saja, Coffee O buat yang hanya memakai gula serta Coffee OO buat racikan kopi yang sama sekali tidak menggunakan tambahan gula dan susu. Hal yang sama juga berlaku bagi teh tarik.

Sejarah panjang Killiney Kopitiam sendiri berawal sejak tahun 1919 di bilangan Killiney Road, Singapura, di sebuah kedai kopi sederhana dengan sistem seduh tradisional yang kemudian disuguhkan langsung. Selanjutnya, berekspansi hingga Malaysia dan Indonesia.

“Hingga saat ini, Killiney Kopitiam sudah memiliki 18 oulet yang tersebar di lima besar kota di Indonesia, yakni Medan, Batam, Jakarta, Surabaya dan Makassar. Khusus di Makassar, outlet di Trans Studio Mall merupakan outlet pertama di Indonesia Timur dan rencananya bakal buka di Manado,” imbuh Achmad.

Meski terkesan high class dan berlokasi di tempat-tempat premium, namun Killiney Kopitiam mencoba menebarkan suasana nyaman dan sederhana layaknya warung kopi kebanyakan. Sentuhan kayu tampak memenuhi interior ruangan, mulai dari dinding hingga kursi-kursi kayu yang dipadukan dengan meja marmer.

Kesan tradisional diperkuat dengan termos-termos tempo dulu yang dipajang di beberapa sudut dan lantai yang dipoles semen polos. Apalagi, dengan konsep semi open kitchen yang membuat pengunjung bisa menyaksikan langsung proses seduh kopi tarik dan teh tarik yang terbilang unik.

“Intinya, kami ingin pengunjung betul-betul menikmati suasana nyaman dan betah. Selain dilengkapi fasilitas wi-fi, pengunjung yang termasuk perokok berat pun tetap bisa melampiaskan hasratnya untuk merokok,” kata Achmad.

Bagi yang tak ingin sekadar ngopi atau nge-teh, sepotong kaya toast manis (roti bakar) yang disajikan berupa empat tangkup roti pun bisa menjadi pendamping sempurna. Ada tiga pilihan, yakni roti tawar biasa, roti gandum dan French Toast yang rotinya berukuran lebih tebal.

Sedangkan untuk makanan, Singapore Laksa, Chicken Curry, Toast, Prata dan masakan khas Singapura lainnya bisa menjadi pelengkap waktu bersantai Anda. [Adi Pallawalino]



Friday, February 11, 2011

Pesona Wisata ‘Paris van Java’ Bandung

Surga Wisata Belanja, Lestarikan Bangunan-bangunan Kuno

Bandung, identik sebagai kota mode. Beberapa produk fashion ternama tanah air berasal dari kota ini. Tetapi, tak sekadar itu. Kota bergelar Paris van Java tersebut juga memesona dengan deretan bangunan-bangunan kuno yang tetap dilestarikan.

SEBUTAN Paris van Java, memang tak berlebihan disematkan pada Bandung. Ibukota Kabupaten Jawa Barat ini beberap` tahun terakhir menjelma menjadi kiblat trend fashion nasional, khususnya di kalangan remaja. Beberapa distro dan factory outlet bermunculan buah dari kreativitas remaja Kota Kembang. Hal ini sekaligus menjadi daya tarik wisata belanja di kota ini.

“Paling terasa itu pada akhir pekan. Jalan-jalan di Kota Bandung yang pada umumnya relatif bebas macet, mendadak padat. Umumnya, mereka (wisatawan) berasal dari Jakarta dan beberapa kota lain di tanah air. Ada pula yang dari Malaysia dan Singapura,” ungkap Ucok, warga Medan yang telah lama menetap di Bandung, kepada penulis, awal Desember 2010 lalu.

Menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai supir di salah satu perusahaan tour and travel di Bandung ini, para wisatawan tersebut, selain bertujuan menikmati sejumlah objek wisata alam dan budaya di Bandung, mereka tak lupa menyempatkan berbelanja di beberapa distro dan factory outlet yang memang mudah ditemui di sepanjang Kota Bandung.

Salah satu yang paling terkenal adalah kawasan Dago. Di kawasan sepanjang Jln H Juanda ini, berjajar distro dan factory outlet yang sudah populer seantero tanah air. Sebut saja Jetset, Blossom, Rich & Famous, Glamor, Donatello, Grande, Coconela, Raffles City dan lain sebagainya. Di factory outlet tersebut pengunjung bisa menemukan beragam pakaian, tas, dan aksesori bermerek, modis, dan trendi, dengan harga relatif murah.

Di samping itu, kawasan ini juga semakin lengkap untuk berwisata kuliner dengan keberadaan rumah-rumah makan khas Sunda. Salah satunya Dago Panyawangan.

Kawasan pusat wisata belanja lainnya yakni di Jln. Riau (LLRE Martadinata). Di sepanjang jalan ini, berderet sejumlah FO seperti The Summit, Calamus, Heritage, Stamp, For Men, Cascade, Terminal Tas, dan lain-lain. Selain itu, kawasan Cihampelas dan Cibaduyut yang sudah lama dikenal sebagai surga belanja jeans dan sepatu pun tetap eksis sebagai tempat wisata belanja di Bandung.

Tak puas menelusuri distro-distro dan FO di Kota Kembang, wisatawan pun bisa menumpahkan hasratnya belanjanya di sejumlah mal di Bandung, seperti Bandung Super Mall, Cihampelas Walk, Braga City Walk atau Paris van Java. Entah sekadar kongkow atau memanjakan mata dengan ‘kembang-kembang’ Bandung yang dikenal geulis-geulis.

Bagi yang ingin memborong oleh-oleh khas Bandung, brownies Kartika Sari dan Amanda bisa jadi pilihan utama. Selain di kawasan Dago, keduanya juga mudah didapatkan di sejumlah toko di Bandung. Pusat penjualan oleh-oleh khas Bandung lainnya juga dapat ditemui di kawasan Pasar Baru, Jln. Otto Iskandardinata. Di tempat ini, berbagai kerajinan khas Bandung, mulai dari t-shirt, gantungan kunci dan makanan olahan khas Sunda tersedia dengan harga terjangkau.

Lestarikan Bangunan Kuno

Selain dikenal sebagai surga belanja, Bandung terbilang kota yang unik. Di setiap sudut kota, bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda dan Inggris masih berdiri kokoh. Selain berfungsi sebagai kantor pusat pemerintahan, bangunan-bangunan ini juga malahan menjadi kantor swasta, bank, hingga disulap menjadi factory outlet.

Gedung Sate, misalnya. Bangunan yang dibangun pada tahun 1920 di masa pemerintahan Hindia Belanda ini tetap dilestarikan dan menjadi pusat pemerintahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. FO Heritage, juga memanfaatkan bangunan kuno sebagai pusat penjualan produk-produk fashion keluarannya.

“Di sini (Bandung), makin kuno model suatu bangunan malah semakin mahal. Meski bangunan tersebut diperuntukkan untuk tujuan komersil, seperti kantor atau FO, mereka tetap mempertahankan bentuk aslinya dengan melakukan beberapa renovasi di bagian dalam bangunan. Bahkan, nama Dakken Café (salah satu café di bilangan Jln. Riau), diambil dari nama pemilik rumah pertama yang diabadikan oleh pemilik sekarang sebagai brand usahanya. Papan nama di depan rumah pun masih dalam bentuk aslinya,” terang Ucok.

Tetapi, kata dia, satu hal yang perlu diwaspadai bagi wisatawan dalam soal keamanan adalah geng motor, utamanya menjelang tengah malam. Meski saat ini pihak terkait tengah melakukan penindakan yang tegas bagi anggota geng motor, tapi potensi gangguan itu masih kerap terjadi.

“Umumnya mereka beraksi menjelang tengah malam. Geng motor di sini ganas-ganas dan tak segan-segan melukai pengguna jalan,” tegas Ucok, yang menjadi guide bagi penulis dan rombongan pada kesempatan itu. [Adi Pallawalino]

Woodsy Gab: Foodcourt di Kompleks SPBU, Sajikan Menu Lokal Hingga Internasional


STASIUN pengisian bahan bakar umum (SPBU), kini tak sebatas tempat persinggahan mengisi bahan bakar kendaraan. Seiring waktu, SPBU pun berkembang menjadi multifungsi. Selain dilengkapi dengan fasilitas musholla dan mini mart, beberapa SPBU juga kini dilengkapi dengan fasilitas rest area.

Salah satunya, pusat jajan`n makanan (food court) Woodsy Gab yang berlokasi di dalam kawasan SPBU. Beroperasi sejak Oktober 2010 lalu, food court yang terletak di ruas Jln. Perintis Kemerdekaan ini menyajikan konsep baru.

“Konsep food court yang menyatu dengan SPBU ini merupakan yang pertama di Indonesia Timur. Sehingga, tak sekadar mengisi bahan bakar kendaraan, para pengunjung pun sekaligus dapat bersantai sambil menikmati hidangan-hidangan makanan dan minuman,” ungkap Wawan Indrawan, Manajer Woodsy Gab kepada penulis, pertengahan Desember lalu.

Soal menu, lanjut Wawan, juga terbilang komplit. Mulai dari menu tradisional hingga menu internasional siap disajikan 12 tenant yang melengkapi food court berlantai tiga tersebut. Di tenant Batu Cobek, tersedia menu nasi uduk, ikan lele goreng, ayam bakar dan nasi timbel. Juga hidangan olahan ayam dan bebek pada tenant Bebek Kremes yang bias menjadi pilihan alternatif.

Menu internasional, seperti Japanese food, Chinese food dan western food, masing-masing tersedia di tenant Hakata Bento, Happy Moms dan Mr Cook.

Bagi yang betah nongkrong berlama-lama, juga tersedia fasilitas hotspot untuk akses internet serta even nonton bareng pertandingan olahraga di tiap akhir pekan. Selain itu, dengan alunan music live di hari-hari tertentu, semakin melengkapi suasana santai para pengunjung.

“Di lantai dua, kami juga menyediakan fasilitas VIP room dengan kapasitas 13 orang. Dan ke depannya, di lantai tiga juga kami lengkapi dengan room function berkapasitas 800 orang,” imbuh Wawan. [Adi Pallawalino/Foto: Ayatullah R. Hiba]


Sediakan Teh Impor Khas Afrika

Selain diisi tenant-tenat makanan, Woodsy Gab juga dilengkapi tenant dengan konsep mini bar yang menyediakan berbagai jenis minuman ringan, kopi dan teh.

Salah satu yang menjadi andalannya adalah Red of Africa Tea yang diimpor langsung dari Afrika di bawah pemasaran Illy.

“Kelebihannya adalah aroma vanilla-nya yang khas,” jelas Wawan.

Selain itu, juga tersedia Illy Cappucino dan teh impor produk TWG, 1837 Black Tea.


WOODSY GAB

Alamat : SPBU Urip Sumoharjo 74.902.32

Jln. Urip Sumoharjo KM. 6, Makassar

Jam buka : 09.00 – 24.00